WisataMalang.co - D’Topeng Kingdom Museum merupakan destinasi wisata baru di Kota Wisata Batu. Museum ini berada di kawasan Museum Angku...

D'Topeng Kingdom Museum

on Wednesday, November 23, 2016 12:30 PM

D'Topeng Kingdom Museum
WisataMalang.co - D’Topeng Kingdom Museum merupakan destinasi wisata baru di Kota Wisata Batu. Museum ini berada di kawasan Museum Angkut di Jalan Abdul Gani dan mulai dibuka untuk umum sejak 23 Mei 2014 yang lalu. D’Topeng Kingdom ini bisa Anda nikmati tepatnya berada di area Pasar Apung kawasan Museum Angkut. Museum ini didirikan atas gagasan dari Reno Halsamer, seorang kolektor dari Surabaya. Sebelumnya ia pernah juga membuka D’Topeng Kingdom ini di Bali. Di wahana wisata ini ditampilkan sekitar 2.000 topeng khas dari pelosok Nusantara dan ratusan barang antik lainnya dari masa prasejarah hingga kerajaan Majapahit. Semua koleksi yang disajikan di sini adalah asli dari Indonesia. Benda-benda itu ia dapatkan dari masyarakat langsung dan dari para kolektor, bahkan sebagian ia peroleh dari warga negara asing.

Pengunjung yang masuk ke Museum D’Topeng Kingdom akan ditunjukkan berbagai benda-benda kuno dan mistik seperti ribuan topeng, ratusan keris, patung pewayangan, patung Tao-tao Toraja, patung kematian hingga Al-Quran berusia 400 tahun. Topeng­-topeng tersebut diletakkan dalam lemari kaca besar yang terpisah berdasar asal daerahnya. Ada topeng dan pusaka khas asal Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua. Khusus topeng dari Jawa dan Bali memiliki perbedaan dengan topeng dari pulau lainnya. Topeng Jawa, misalnya, lebih bervariasi daripada topeng dari luar Jawa. Karena pewarnaan topengnya lebih beraneka ragam, sedangkan topeng dari luar Jawa masih lebih bercorak primitif. Selain itu topeng­-topeng dari Jawa dan Bali memiliki warna dan ukiran yang halus. Ini menunjukkan, kala itu kebudayaan di Jawa dan Bali lebih maju dibandingkan daerah lain.

Reno Halsamer, pengelola D’Topeng Kingdom, mengumpulkan berbagai koleksi topeng dan jenis pusaka dari setiap daerah itu sejak 20 tahun lalu. Sehingga jumlahnya ada sekitar 2 ribu lebih koleksi topeng. Dan yang paling berkesan, adalah sebuah topeng asal Jawa Tengah yang menggambarkan figur Budha dan pendeta Tionghoa. Topeng ini ditemukan di sekitar Candi Borobudur, dan merupakan satu-satunya topeng yang memiliki ciri khas tersendiri. Namun sampai sekarang belum diketahui siapa pembuat dan penciptanya. Topeng ini memiliki lima lapisan cat, begitu satu persatu catnya dibersihkan ternyata bahan cat itu dari perada.

Dari koleksi topeng-­topeng itu kita dapat mempelajari kebudayaan Nusantara. Topeng-topeng itu banyak bercerita tentang kisah Ramayana. Bahkan topeng digunakan sebagai alat perjuangan. Misalnya, topeng bermotif tentara Belanda yang digunakan untuk perjuangan melawan Belanda. Selain itu, topeng memiliki kekuatan untuk disampaikan ke dunia internasional. Membawa misi ke internasional lewat topeng lebih mudah, daripada wayang yang hanya dimiliki oleh beberapa negara.

Salah satu koleksi yang cukup langka dan terkenal adalah kursi kerajaan Singaraja dari Bali. Ada pula patung kesuburan dari Pulau Lombok dan patung Yeni dari Pulau Leti di Nusa Tenggara Timur. Patung Yeni terbuat dari batu setinggi kurang lebih 50 cm. Patung ini diduga berasal dari masa Dong Song pada awal masehi. Patung Yeni melambangkan kejayaan di masanya dan biasanya diletakkan di air terjun hingga pohon pohon rindang. Reno Halsamer mendapatkan patung ini dari seorang warga negara Perancis yang akan membawa ke negaranya. Namun karena kesulitan membawa benda-­benda purbakala ke luar negeri, patung itu pun dijual kepadanya.

Koleksi tertua dan sangat sakral di D’Topeng Kingdom adalah topeng kematian dari daerah Sulawesi yaitu patung Tao­-tao. Menurut kepercayaan masyarakat Toraja, patung Tao-tao diyakini sebagai patung penjaga makam. Pada masa dahulu, raja yang meninggal wajahnya akan ditutupi Topeng Kematian ini. Sebab raja dianggap titisan dewa sehingga wajahnya tidak boleh menyiratkan kesedihan. Topeng-topeng tersebut terbuat dari kayu hingga logam. Topeng inilah cukup sulit mendapatkannya. Patung Tao-Tao ini memiliki kualitas untuk dimuseumkan karena dari bentuknya sangat sempurna di samping usianya sangat tua. Jenis topeng ini juga jarang ditemukan pada patung Tao-Tao yang kini dibuat oleh masyarakat Toraja.

Sementara kitab suci Al-Quran kuno yang usianya sudah ratusan tahun dan berbagai jenis wayang juga dipajang rapi di sebuah lemari kaca yang semuanya konon merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Kitab tersebut terbuat dari kulit hewan. Di dalamnya dilengkapi dengan gambar-­gambar wayang agar pembaca mudah memahami. Waktu itu, kebanyakan masyarakat memang masih menganut agama Hindu dan Budha.

Selain itu, terdapat keramik berbentuk piring dengan tulisan Arab yang bertuliskan surat Yasin, dan beberapa jenis kaligrafi. Keramik-keramik itu berasal dari abad XIII sampai XIX, termasuk keramik berkaligrafi Arab peninggalan Dinasti Ming. Saat itu, di Eropa belum ada keramik seperti ini, tetapi di China sudah terlebih dahulu dikenal dan dilengkapi dengan kaligrafi. Contoh lainnya piring lafadz Allah yang dibuat zaman Dinasti Song. Masih banyak koleksi Reno Halsamer yang belum dipamerkan di museum ini. Koleksi itu berupa perhiasan terbuat dari emas jaman Kerajaan Majapahit dan raja­-raja sebelumnya, berupa cincin, giwang, dan gelang.

Di Museum d’Topeng Kingdom ini Anda akan diajak menikmati benda-benda bersejarah dan juga layak untuk dijadikan pembelajaran kebudayaan bangsa Indonesia jaman dahulu. Khususnya bisa menjadi wahana pendidikan sejarah bagi anak-anak sekolah. Di luar negeri seperti di beberapa negara Eropa, Amerika, Brasil, dan Perancis sudah banyak museum benda antik yang menampilkan benda­-benda kebudayaan Indonesia. Saat ini di Indonesia, masih sangat sedikit sekali museum yang menampilkan kebudayaan dari setiap daerah. Di D’Topeng Kingdom kita bisa mengenalkan pendidikan tentang kebhinnekaan. Semua suku, budaya dan kesenian setiap daerah tersedia mulai dari Sumatera, Papua, dan era Majapahit. D’Topeng juga menyajikan berbagai rekam jejak peninggalan sejak agama Hindu, Budha sampai Islam.

Harga Tiket Masuk (HTM) D’Topeng Kingdom:
• Weekday (Senin-Kamis): Rp 25.000,-
• Weekend (Jumat-Minggu), Hari libur nasional, High season: Rp 30.000,-

Harga Tiket Masuk (HTM) Museum Angkut+ Movie Star Studio:
• Weekday (Senin-Kamis): Rp 50.000,-
• Weekend (Jumat-Minggu), Hari libur nasional, High season: Rp 75.000,-

Harga Tiket Masuk (HTM) Terusan Museum Angkut+ Movie Star Studio & D’Topeng Kingdom:
• Weekday (Senin-Kamis): Rp 60.000,-
• Weekend (Jumat–Minggu), Hari libur nasional, High season: Rp 85.000,-

Alamat D’Topeng Kingdom Museum:
Jl. Terusan Sultan Agung No. 2 Batu
Telp. 082144468002
Email: dtopengkingdom@gmail.com
Jam buka: 12.00-20.00 WIB
SHARE

1 komentar :